Jumat, 16 Juni 2017

Sebelas Tangkai Mawar Merah





Rintik hujan memaksa untuk  mengingat 
Saat perjumpaan  kita pertama kali 
Ada satu rasa yang tak bisa di jabarkan 
Ketika tangan berjabat, pelan kau sebut namamu 
Mungkin ini yang mereka bilang “cinta pada pandang pertama” 

Sejak itu tak lepas bayangmu dalam pikirku 
Esoknya kita telah menyatu dalam cinta 
Kilat... Memang kilat…
3 tahun kita lewati, bersama canda, lara dan segala cerita 
Aku bersamamu dapat menjadi diriku sendiri, begitu juga kamu 

Tapi kau tak ingin janji ter'ikrar di depan saksi 
Membuat aku mengakhiri drama cinta kita 
11 tangkai mawar merah terhempas di tanah yang basah 
Mawar merah yang harusnya indah dalam genggaman 
Kau campakkan dalam amarah 

Cinta… Maaf... aku mengecewakanmu 
Membuat hatimu porak poranda  
Sehancur kuntum mawar merah di tanah basah...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar